Tuesday, 7 January 2014

Trip to Bromo - Malang Part 2

Menyambung kisah sebelumnya, perjalanan kita lanjutkan menuju Bromo…

Hal pertama yang dilakukan ketika kita tidak tau jalan adalah bertanya…

Pada waktu itu, saya bertanya pada bagian penerima tamu tentang arah menuju ke Argosari dari Batu. Kemudian petugas penerima tamu tersebut memberitahu jalan tercepat tanpa harus ke Landung sari dulu. Jadi untuk ke Argosari dari Batu Malang kita harus kembali ke Terminal Landung sari dl, baru disana naik angkot jurusan ke arah Argosari. Ternyata dari Batu ada jalan lain juga tanpa harus kembali ke Landung sari dulu. Jadi dari batu kita bisa naik angkot jurusan Pasar Karang Ploso, kemudian turun di Pasar Karang Ploso, dari Pasar Karang Ploso naik angkot jurusan Argosari. Setelah sampai di Terminal Argosari, kemudian kita berdua naik Bis jurusan Malang – Probolinggo (ongkosnya 27 ribu/org) bisnya Patas AC, lama perjalanan kira-kira 3 jam. Setelah sampai di Probolinggo, tepatnya diterminal Bayuangga kita mencari tiket Bis dulu untuk pulang ke Bandung. Kebetulan pada waktu itu kita dapat tiket bis untuk keberangkatan besok sore, jadi saya rasa cukup waktunya untuk kembali lagi kesini besok sore. Selidik punya selidik Agen bis tersebut, kebetulan punya kenalan di Bromo yang dapat menyewakan mobil disana. Langsung aja sy pesan untuk besok ke Pananjakan daripada kita harus nyari-nyari lagi disana.

Setelah selesai, kemudian kita pergi menuju Pool mobil-mobil yang mengangkut ke Bromo. Untuk pergi ke Bromo kita harus naik angkutan lagi, orang-orang menamakannya mobil Bison. Pada bagian ini kita harus sabar menunggu, karena mobil tidak akan jalan jika Quotanya tidak memenuhi. Kita berduapun sampai harus menunggu 2 jam untuk dapat jalan tuh mobil. Itu juga kita harus nambah 10 ribu karena, quota tidak memenuhi, tapi yah mau gimana lagi hari sudah sore sedangkan kita belum dapat penginapan disana (ongkos mobil 40 ribu/org; normalnya 30 ribu/org). Perjalanan menuju Cemoro lawang cukup menarik, kita akan disuguhi pemandangan yang Asri (bukan Asri Welas yah….), banyak kebun sayuran warga, pohon2 pinus, dan tentunya udara yang sejuk. Perjalanan ke Cemoro Lawang kira-kira 45 menitan.

Setelah sampai di tujuan kita langsung disambut dengan dinginnya udara…
Tipsnya, sebaiknya mandi sebelum ke cemoro lawang, dijamin sudah sampai sana g akan mandi… Airnya itu suhu 2-3 derajat, pokoknya dingin beud klo kata pacar saya…
Kebingungan pertama setelah sampai disana adalah mencari penginapan. Tapi jangan panik, disana banyak banget baik itu hotel, penginapan atau home stay. Disesuaikan dengan budget yang ada saja. Kebetulan pada waktu itu kita pendapatkan penginapan yang lumayanlah. Sesampainya di penginapan, kita membereskan barang kemudian tidak lupa Sholat dulu… kemudian kita berdua pergi jalan-kalan, hunting foto-foto yang bagus. Jangan lupa sediain jaket yang tebal yah, soalnya udaranya dingin banget. Bagi yang mau membeli sarung tangan, syal atau kupluk disana banyak yang jual kok. Tipsnya adalah harus pinter-pinter nawar yah.


Menjelang malam kita kembali ke penginapan untuk beristirahat, karena besok kita akan dijemput pukul 03.30 pagi untuk pergi ke Pananjakan melihat Sunrise. Keesokan harinya, tepat pukul 03.30 kita dijemput untuk pergi ke Pananjakan. Mobil yang digunakan ga tanggung-tanggu pake Hartop. Sebetulnya untuk kondisi medan jalan disini, pas menggunakan mobil tipe itu. Karena menanjak aja sudutnya bisa sampai 80 derajat kali yah. Kondisi pagi buta itu ternyata sangat dingin menghujam jantung (lagu Tompi yah,,, he), menusuk tulang maksudnya.

Untuk mencapai view point ternyata mobil kita ga sampai ke sana karena sudah banyak mobil yang parkir, jadi kita harus berjalan aga lumaya jauh. Tapi teman-teman jangan khawatir bagi yang ga mau jalan bisa menggunkan Ojeg, cuman tarifnya cukup mahal 20 ribu sampai ke atas per orang tentunya.

Sesampainya di view point, sambil menunggu Sunrise kita menikmati pemandangan yang terhampar. Kondisi pada waktu sudah padat dengan orang. Tips jika ingin dapat spot yang bagus, datanglah lebih pagi kesana. Sayangnya pada waktu itu langit Bromo aga sedikit berawan, jadi Sunrise kurang dapet feel-nya.

Setelah pagi menjelang, kita kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju landscape padang pasir. Disana kita bisa melihat kawah yang indah, cuman sayangnya kita berdua tidak kesana, karena pacar saya sedang kurang enak badan, jadi kita hanya jalan-jalan saja di padang pasir.

Kemudian kita kembali ke penginapan… packing persiapan pulang…
Kita balik lagi ke Terminal Bayuangga, untuk melanjutkan perjalanan pulang. Sesampainya di terminal, sambil menunggi bis, sy mandi dulu di terminal karena selama di Bromo ga mandi… akhirnya tepat pukul 04.30 kami berangkat meninggalkan Probolinggo. Saran saya jangan naik bis dari Probolinggo, kerena kita akan melewati jalur Pantura dan bisnya hanya sampai Cirebon saja, kemudian dari Cirebon naik lagi menuju Bandung, dan perjalan bisa sampai 25 jam bisa Magay (Mati Gaya…) di Bis. Ya, pada waktu g ada pilihan soalnya, seninnya ada yang harus pesentasi gtu (cutinya ditolak atasan....), jadi kita memanfaatkan Bis yang ada untuk pulang ke Bandung.
Sekian info perjalan saya bersama LRL. Sampai ketemu di Perjalanan selanjutnya....

Rute Transport :
Angkot :
Batu malang - Pasar Karang Ploso  (ongkos 4500/org)
Pasar Karang Ploso - Argosari (ongkos 4500/org)
Bis :
Malang – Probolinggo (ongkos 27000/0rg)
Bayuangga – Cemoro Lawang (ongkos 30000/org)

No comments:

Post a Comment